Keunggulan dan Cara Budidaya Sayuran Menggunakan Sistem Hidroponik

Keunggulan dan Cara Budidaya Sayuran Menggunakan Sistem Hidroponik


Menanam sayuran saat ini dapat dilakukan tanpa menggunakan media tanah atau dikenal dengan sistem hidroponik. Cara menanam dengan sistem hidroponik menggunakan media air yang mengandung nutrisi, sehingga sayuran dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, styrofoam dan pasir juga dapat digunakan sebagai media tanam. Jika Anda tertarik menggunakan sistem hidroponik, berikut cara budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik yang dapat dipraktikan.

Keunggulan sistem hidroponik

Saat ini Anda dapat menanam sayuran menggunakan sistem hidroponik, atau tanpa menggunakan media tanah. Jenis sayuran yang dapat ditanam menggunakan sistem hidrponik bermacam mulai dari sawi hijau, selada hijau, buncis, pare, dan bayam. Jika dibandingkan dengan menanam menggunakan media tanah, sistem hidroponik memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

Hemat biaya
Sistem hidroponik tidak harus melakukan penyiraman setiap hari, hanya perlu melakukan kontrol, sehingga lebih hemat biaya.

Tidak perlu lahan yang luas
Menanam menggunakan sistem hidoponik hanya membutuhkan lahan yang kecil, meskipun sayuran yang ditanam berjumlah banyak.

 • Lebih ramah lingkungan
Budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik tidak menggunakan obat hama dan pestisida sehingga lebih ramah lingkungan.

Tidak merusak tanah
Sistem hidroponik tidak menggunakan media tanam tanah, sehingga tidak akan merusak tanah.

Hasil tanaman terjamin kesehatannya
Tidak digunakannya obat hama dan pestisida membuat sayuran yang dihasilkan akan lebih sehat.

Cara menanam sayuran menggunakan sistem hidroponik

Jika Anda ingin memulai budidaya sayuran yang lebih sehat, berikut cara melakukan budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik, antara lain:

Menyiapkan benih sayuran
Langkah pertama yang dilakukan untuk memulai budidaya sayuran dengan sistem hidroponik adalah menyiapkan benih. Anda dapat membuat benih sendiri atau membeli benih di toko pertanian. Bagi Anda yang baru memulai budidaya sayuran, sebaiknya membeli benih di toko pertanian. Setelah mendapatkan benih, langkah selanjutnya adalah menyebar benih tersebut. Anda bisa menebar benih di rockwool. Rockwool merupakan media yang sangat praktis, karena steril dan memiliki daya serap air yang tinggi.

Menyiapkan media tanam
Setelah menyemai atau menebar benih, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Anda dapat menggunakan campuran sekam bakar dan pasir, campuran rockwool dan kerikil pasir, atau menggunakan sabut kelapa. Selanjutnya tempatkan media tersebut pada pot atau kaleng bekas dan pindahkan benih yang cukup umur ke dalamnya.

Memberikan nutrisi
Menanam menggunakan sistem hidroponik tidak menggunakan media tanah, sehingga membutuhkan asupan nutrisi dari luar. Dosis nutrisi yang diberikan harus seimbang agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Anda bisa meracik atau membeli nutrisi yang sudah jadi.

Perawatan tanaman hidroponik
Langkah terakhir yang dilakukan saat menanam menggunakan sistem hidroponik adalah perawatan. Perawatan yang dilakukan sama seperti penanaman biasa, yaitu memangkas, membersihkan gulma, dan perawatan lainnya.

Agar cara budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik di atas berjalan dengan sukses, lakukan perawatan setiap hari secara teratur.

0 Response to "Keunggulan dan Cara Budidaya Sayuran Menggunakan Sistem Hidroponik"

Posting Komentar